Teror Bom Terus Berlanjut

Written By Ambononline.com on Rabu, 28 September 2011 | 10.00

Ambon - Teror bom ternyata masih terus berlanjut. Setelah pelemparan bom yang terjadi di depan gedung Gereja Bethel Indonesia (GBI) Jemaat, Pitu Ina-Karang Panjang, Sabtu (24/9) lalu ternyata Senin (26/9) pagi, ditemukan lagi satu buah bom yang diletakan di sisi ruas jalan DI Panjaitan yang berhadapan dengan Gereja Maranatha. Bom rakitan tersebut berukuran panjang 22 cm dan berdiameter  5 cm, ditemukan sekitar pukul 08.00 WIT oleh salah seorang anggota Kodam XVI/Pattimura yang sementara melintas di ruas jalan tersebut.
Saat melintas, yang bersangkutan melihat sebuah benda yang dicurigai sebagai bom yang berada tepat di bawah sebuah pohon. Ia kemudian melaporkan penemuan itu  ke piket Kodim 1504 Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease.
Namun setelah diteliti ternyata bom rakitan tersebut dalam kondisi tidak aktif dan tepat pukul 08.30 WIT, tim Jihandak Polda Maluku tiba di TKP dan langsung mengangkat bom tersebut ke Markas Brimob Polda Maluku untuk selanjutnya diurai.
Bom Rakitan
Kapolda Maluku, Brigjen Polisi Syarief Gunawan yang dikonfirmasi Siwalima melalui telepon selulernya, Senin (26/9), mengaku benda yang ditemukan di sisi ruas jalan DI Panjaitan merupakan bom rakitan, namun susunannya ternyata tidak sempurna, sehingga tidak membahayakan.
“Bom rakitan tersebut sudah diurai oleh tim Jihandak Polda Maluku. Logam-logamnya sudah diteliti. Dari sisi teknik pembentukannya itu tidak sempurna, sehingga tidak membahayakan,” ungkapnya.
Kapolda juga memberikan apresiasi terhadap ketahanan dan ketenangan masyarakat karena tidak ada gejolak apapun pasca penemuan bom rakitan tersebut.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang tidak terpancing. Semua ini bagian dari upaya untuk Ambon tetap aman,” ujar Kapolda.
Di sisi lain, menyikapi teror bom yang terus berlanjut, Kapolda mengakui kalau ada upaya-upaya mengkondisikan Ambon, namun ia meminta seluruh masyarakat untuk bersatu padu memerangi peneror dengan cara tetap menjaga situasi dan kondisi kamtibmas.
“Jika masyarakat melihat benda-benda yang mencurigakan atau melihat orang-orang yang tidak jelas, segera melaporkan ke pihak kepolisian,” himbaunya.
Sementara itu, Pangdam XVI Pattimura Mayjen TNI Suharsono menjelaskan penemuan bom rakitan di sisi ruas jalan DI Panjaitan tersebut awalnya dilihat oleh salah satu Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku.
Hanya saja di saat yang bersamaan, katanya, ada anggota TNI yang melintasi depan Gereja Maranatha, sehingga PNS tersebut langsung memberitahukannya kepada anggota TNI.
“Jadi sebetulnya, yang melihat benda itu salah satu pegawai pemprov. Kebetulan ada anggota TNI yang lewat. Dan orang pertama yang menjamah benda itu aparat kepolisian. Anggota TNI yang bersangkutan tidak punya basik untuk mendeteksi benda tersebut,” katanya.
Pangdam menjelaskan, dirinya bersama jajaran Kodam XVI/Pattimura tetap waspada dalam menjaga Kota Ambon. “Jajaran TNI tetap waspada dan bahkan koordinasi dengn pihak kepolisian terus ditingkatkan dalam rangka mengambil langkah-langkah proporsional dan profesional,” tandasnya.
Mantan Gubernur Akademi Militer (Akmil) ini juga membantah isu adanya penarikan pasukan sebab yang terjadi hanya adalah rotasi terhadap pasukan yang bertugas di lapangan.
“Anggota TNI juga manusia, terkadang mereka jenuh. Jadi ya, setiap saat kita rotasi biar mereka tidak jenuh. Yang jelas anggota TNI bersama polisi tetap waspada terhadap kemungkinan-kemungkinan terpuruk yang akan terjadi,” jelasnya.
Sebelumnya, Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Djoko Susilo kepada wartawan di lokasi penemuan bom tersebut juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak terpancing dan kemudian panik yang berlebihan, tetapi hendaknya menyerahkan seluruh prosesnya pengusutan kepada pihak kepolisian.
“Saya menghimbau seluruh masyarakat jangan panik yang berlebihan, tetapi tetap waspada dan jangan menimbulkan kepanikan yang berlebihan, sehingga jika menemukan benda yang mencurigakan, maka segera informasikan kepada polisi,” ungkapnya.
Selain itu, Kapolres juga mengatakan pengamanan tetap menjadi fokus utama pihaknya guna mencegah adanya berbagai kemungkinan yang mengacaukan situasi dan kondisi keamanan.
Paket Mencurigakan
Usai mengamankan bom rakitan di ruas jalan DI Panjaitan, Tim Jihandak Polda Maluku juga  mengamankan paket mencurigakan di dekat bekas Hotel Josiba di Jalan Tulukabessy, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Senin (26/9) siang.
Benda mencurigakan yang terbungkus karung plastik berwarna putih itu, tergeletak di atas salah satu kios penjual bensin eceran yang sedang tidak digunakan di atas trotoar jalan tersebut.
Penemuan benda mencurigakan yang terbungkus dalam karung itu kemudian dilaporkan kepada salah seorang anggota polisi yang sedang bertugas mengatur arus lalu lintas di ruas jalan yang tergolong padat kendaraan itu.
Penemuan itu kemudian diteruskan ke Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease serta Polda Maluku yang menindaklanjuti dengan mengerahkan petugas serta mobil Jihandak untuk mengamankannya.
Puluhan personel TNI dan Polisi yang bertugas di sekitar kawasan Mardika juga bertindak cepat mengamankan lokasi sekitar TKP guna mengantisipasi hal-hal tidak diinginkan, sementara tim Jihandak Polda Maluku saat tiba di TKP, langsung menggunakan rompi anti peluru kemudian mengangkat benda yang terbungkus dalam karung itu, selanjutnya dimasukkan ke dalam boks pengaman pada mobil Jihandak.
Penemuan benda mencurigakan sempat menarik perhatian warga yang melewati ruas jalan itu, apalagi saat arus lalu lintas yang melewati ruas jalan itu terpaksa dihentikan saat tim Jihandak bekerja mengamankannya. Setelah tim Jihandak mengamankan benda mencurigakan itu, aktivitas lalu lintas di Jalan Tulukabessy kembali berjalan normal.
Ternyata teror tak hanya berhenti sampai di situ, Senin (26/9) malam, dua pemuda dengan menggunakan sepeda motor jenis Yamaha Mio berwarna merah nekat melempari bom yang dikemas dalam bentuk pipa kepada para pemuda yang sementara duduk di Jalan Pemuda, di seberang Gedung Gereja Anugerah, yang terletak di kawasan Wisma Atlet, Karang Panjang-Ambon.
Kepada Siwalima, di Tempat Kejadian Perkara (TKP), salah seorang saksi Simon Saiya mengaku, kejadian pelemparan bom tersebut diperkirakan terjadi pada pukul 20.30 WIT, saat dirinya bersama dengan empat teman lainya sementara membahas nomor togel yang baru saja keluar.
“Kita melihat ada dua pemuda dengan menggunakan sepeda motor jenis Yamaha Mio melaju dari arah Dinas Kesehatan Provinsi Maluku menju Baileo Siwalima. Saat mendekati TKP terlihat orang yang dibonceng melempari bom itu itu kearah kita, namun bom itu terlebih dahulu mengenai badan trotoar sehingga terpantul dan jatuh didalam pagar Stadion Mandala Remaja,” ungkap Saiya.
Menurut Saiya, saat dirinya bersama dengan teman-temannya melihat benda yang dilemparkan ke arah mereka menyala seperti kembang api, mereka langsung berpikir benda tersebut merupakan bom sehingga langsung lari berhamburan menyelamatkan diri masing-masing, sehingga tidak lagi memperhatikan nomor polisi dari sepeda motor itu.
Namun yang diketahui mereka, setelah dua pemuda ini melempar bom tersebut, langsung keduanya melaju dengan kecepatan tinggi meninggalkan TKP menuju ke arah Baileo Siwalima, sementara ciri-ciri kedua pemuda ini mereka menggunakan helm dengan kaca berwarna gelap.
“Setelah itu kita kembali melihat benda tersebut dan ternyata tercium bau belerang. Benda yang diduga bom itu dikemas dalam bentuk pipa, bagian bawahnya dilas, kemudian diikat dengan kawat,” ungkapnya.
Insiden tersebut kemudian dilaporkan kepada salah satu anggota Brimob Polda Maluku yang bertempat tinggal tidak jauh dari TKP. Anggota Brimob tersebut kemudian menghubungi pihak Kepolisian Polres Pulau Ambon dan Tim Jihandak Polda Maluku.
Pantauan Siwalima di TKP sekitar pukul 20.30 WIT personil Polres Pulau Ambon maupun Polda Maluku, langsung mendatangi TKP dan sekaligus mengamankan lokasi, sementara tim Jihandak Polda Maluku mendatangi TKP sekitar pukul 20.45 WIT dan langsung mengamankan bom tersebut ke Markas Brimob Polda Maluku untuk diurai.
Harus Diungkap
Sementara itu, DPRD Maluku meminta Polda untuk mengungkap pelaku yang ingin memprovokasi masyarakat dengan meletakan bom di ruas jalan yang berseberangan dengan Gereja Maranatha.
“Kita minta kepada Polda untuk mengungkap pelaku-pelaku dibalik ini semua, baik pelatakan bom ataupun pelaku-pelaku yang ingin memprovokasi masyarakat,” tandas Ketua DPRD Maluku, M Fatany Sohilauw kepada wartawan di Baileo Rakyat Karang Panjang, Senin (26/9).
Diakuinya, warga Kota Ambon saat ini sudah tidak lagi mengulangi kejadian tahun 1999 lalu, dan hal itu dapat dibuktikan dengan kondisi Kota Ambon yang saat ini  mulai kondusif, pasca kerusuhan massa yang terjadi 11 September lalu.
“Hilangkan rasa saling curiga di antara kita, dan saya sangat berterima kasih kepada masyarakat Maluku yang tidak terpancing dengan provokasi-provokasi yang disampaikan oleh orang yang tidak menginginkan Ambon ini aman,” ungkapnya.
Sohilauw juga meminta kepada masyarakat agar menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian untuk mengatasi sejumlah persoalan yang selama ini terjadi di Kota Ambon. (S-27/S-35/S-30/S-21)
10.00 | 0 komentar

Wawali: Warga Ambon Harus Lawan Provokator

Written By Ambononline.com on Selasa, 27 September 2011 | 09.36

Ambon - Wakil Walikota Ambon, MAS Latuconsina meminta kepada seluruh warga Kota Ambon untuk melawan provokator yang ingin memperkeruh kondisi kota ini, yang semakin kondusif dengan isu-isu provokatif.
Kepada wartawan di Balai Kota Ambon, Jumat (23/9), Wawali mengatakan, warga Kota Ambon jangan lagi terjebak dengan isu-isu yang sengaja dimainkan oleh pihak-pihak tertentu untuk memprovokasi. “Warga Kota Ambon tidak ingin terlibat dalam permusuhan,” tandasnya.
Wawali mengungkapkan, isu-isu yang berkembang saat ini terstruktur rapi yang menandakan ada oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang menginginkan Ambon tidak kondusif.
Dijelaskan, presentasi orang-orang yang ingin Ambon tidak aman dan ingin memperkeruh suasana di Ambon relatif kecil, jika dibandingkan dengan warga yang ingin hidup aman dan damai. “Isu-isu yang berkembang saat ini terstruktur rapi, ini berarti ada oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang ingin memperkeruh kondisi di Ambon. Semua warga Ambon ingin damai dan hidup dengan aman. Jangan memberi ruang dan kesempatan kepada mereka untuk memainkan peran mereka,” ujarnya.
Ia juga meminta kepada warga agar tetap berkoordinasi dengan ketua-ketua RT/RW, lurah/kades, aparat keamanan dan bahkan kepada Walikota dan Wakil Walikota Ambon, ketika mendapatkan isu-isu provokatif. (S-26)
09.36 | 0 komentar

SMK Rijali Lolos ke Semifinal LPI Nasional

Ambon - SMK Rijali Tulehu, Kabupaten Maluku Tengah melangkah ke semifinal Liga Pendidikan Indonesia (LPI) SMA/SMK/MA Piala Presiden Tingkat Nasional Tahun Pembinaan 2010/2011.
Keberhasilan tersebut diraih SMK Rijali Tulehu setelah pada pertandingan delapan besar LPI tingkat nasional yang berlangsung di Lapangan Pusat Pendidikan (Pusdik) Artileri Medan (Armed) TNI Angkatan Darat, Cimahi-Jawa Barat, Sabtu (24/9) mengalahkan SMAN 1 Kuta-Bali 1-0.
Satu-satunya gol kemenangan tim SMK Rijali Tulehu tersebut diciptakan oleh striker M Midun Marasabessy di menit ke-41.
Gol tersebut tercipta berawal dari kerjasama Rijlan Assel (13) dan Muhammad Lestaluhu. (15) Umpan terobosan yang dilakukan Muhammad Lestaluhu ternyata mampu dimanfaatkan M Midun Marasabessy (10) dengan baik, sehingga bola hasil tendangannya mampu menjebol gawang SMAN 1 Kuta-Bali.
Di semifinal yang akan berlangsung Senin (26/9), SMK Rijali Tulehu akan berhadapan SMA PGRI 109 Tangerang Banten, yang berhasil lolos ke semifinal setelah di babak delapan besar mengalahkan SMAN 11 Semarang-Jawa Tengah 1-0. Semifinalis lainnya yang akan berhadapan yaitu SMK Bina Informatika Ternate-Maluku Utara dan SMAN 5 Padang Pariaman-Sumatera Barat.
SMAN 1 Kuta-Bali lolos ke babak delapan besar nasional setelah sebelumnya semifinal zona Surabaya mengalahkan SMK Pancasila Tambolaka-Nusa Tenggara Timur (NTT) 4-3 melalui adu pinalti.
Sebelumnya SMAN 1 Kuta-Bali juga tampil sebagai juara grup F setelah menang atas SMA Malinau-Kalimantan Timur 3-0, SMKN 2 Kota Bima-Nusa Tenggara Barat (NTB) 4-2 dan SMAN 1 Tongkuno-Sulawesi Tenggara 2-0.
Sementara SMK Rijali Tulehu lolos ke delapan besar nasional setelah dalam semifinal zona Makassar mengalahkan, SMAN 2 Kwandang – Gorontalo 7-1. SMK Rijali Tulehu sebelumnya tampil sebagai runner up grup G zona Makassar yang dihuni SMAN 2 Manokwari-Papua Barat, SMAN 1 Tomohon-Sulawesi Utara dan SMAN 22 Makassar-Sulawesi Selatan
Di penyisihan grup G, SMK Rijali Tulehu meraih dua kemenangan setelah mengalahkan SMAN 1 Tomohon – Sulawesi Utara 2–0 dan SMAN 22 Makassar – Sulawesi Selatan 5-0 dan hanya sekali menderita kekalahan dari SMAN 2 Manokwari-Papua Barat dengan skor 1-2. (S-12)
09.35 | 0 komentar

Soplanit-Pattiasina Terpilih Pimpin PAC GAMKI Sirimau

Ambon - Melky Soplanit dan Reno Pattiesina akhirnya terpilih sebagai Ketua dan Sekretaris Pengurus Anak Cabang (PAC) Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kecamatan Sirimau dalam Konfrenasi PAC GAMKI kecamatan tersebut yang berlangsung di Aula Kantor Camat Sirimau, Sabtu (24/9).
Proses pemilihan yang diikuti oleh 20 anggota PAC  Sirimau dan para fingsionaris DPC GAMKI Kota Ambon tersebut awalnya melahirkan dua orang bakal calon, yakni Soplanit dan Pattiasina, namun Pattiasina kemudian mengundurkan diri sebelum masuk pada proses pemilihan Ketua.
Ketua GAMKI Kota Ambon, Jhon Talabessy dalam sambutannya ketika membuka acara konferensi tersebut mengatakan untuk wilayah Kota Ambon terdapat lima kecamatan, dengan demikian akan terbentuk lima PAC di wilayah tersebut, masing-masing.
“Saya berharap, momentum konferensi ini, janganlah dijadikan sebagai moment, untuk menguji kebolehan, dalam mengadu argumentasi yang tidak sehat, yang hanya akan menguras waktu dan tenaga, serta menimbulkan ketersinggungan dan segregasi atau perpecahan dalam persekutuan ini,” pintanya.
Konferansi ini menurut Talabessy, haruslah dijadikan sebagai moment pembelajaran, untuk membentuk mental dan karakter selaku pemuda Kristen dalam menggumuli berbagai pesoalan organisasi, masyarakat, bangsa dan gereja yang semakin akseleratif dengan berbagai perubahan kontemporer.
Sementara itu, Camat Kecamatan Sirimau, A J Hehamahua dalam sambutannya berharap, sebagaimana Motto GAMKI, yakni ‘Ora Et Labora’ atau berdoa dan bekerja, para pemuda GAMKI yang ada dan tergabung di PAC Kecamatan Sirimau nantinya harus bisa menjadi pekerja-pekerja Kristus di tengah-tengah masyarakat.
“Janganlah kita hanya mau menjadi orang yang hanya mau berbicara, tetapi juga harus mau menjadi orang yang mau bekerja,” ujar Hehamahua.
Menurut Hehamahua, para pemuda Kristen, khususnya yang tergabung dalam GAMKI Ambon merupakan orang-orang yang diutus Tuhan untuk mengkaryakan karya-karya keselamatan bagi semua orang.
“Jadi harus kita sadari secara bersama bahwa memang kita diutus oleh Tuhan sang kepala Gerakan ini untuk mau menjadi terang di tengah-tengah kegelapan dan menggarami di tengah kehidupan. Sebab, kita harus membangun generasi muda dari Ambon,” ujar Hehamahua yang juga merupakan fungsionaris GAMKI Cabang Ambon. (S-35)
09.34 | 0 komentar

Pelupessy: TNI/POLRI Diminta Sigap Tangkal Isu

Ambon - Menyikapi merebaknya isu provokatif yang menimbulkan kegelisahan masyarakat Kota Ambon yang terjadi pada Jumat (23/11), membuat wakil rakyat berharap TNI/POLRI lebih sigap dalam menangkal isu-isu tersebut.
Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Ambon, Alambarcis Pelupessy kepada wartawan di Baileo Rakyat Belakang Soya, Sabtu (24/9), mengatakan masyarakat Kota Ambon, pasca kerusuhan massa yang terjadi dua pekan lalu ternyata masih meninggalkan rasa trauma.
“Aparat keamanan harus bekerjasama dengan pemerintah daerah agar dapat memberikan pencerahan kepada masyarakat secara intensif dan berkesinambungan, sehingga rasa trauma tersebut dapat teratasi dan diganti dengan suasana yang penuh kedamaian,” katanya.
Kendati demikian anggota Komisi I DPRD Kota Ambon ini memberikan apresiasi kepada masyarakat Kota Ambon, yang telah dewasa dalam menyikapi berbagai isu-isu provokatif tersebut.
Ia juga berharap agar aparat keamanan harus mendeteksi oknum-oknum tertentu yang sering memanfaatkan situasi saat ini dengan maksud menghacurkan ketentraman Kota Ambon.
“Kita harus banyak berterima kasih bagi warga Kota Ambon, karena memang benar-benar sudah memahami kehidupan orang basudara,” ujarnya. (S-34)
09.33 | 0 komentar

Hindari Pencurian, Pihak Sekolah Dihimbau Perketat Keamanan

Written By Ambononline.com on Jumat, 01 Juli 2011 | 23.01

Ambon - Guna menghindari adanya aksi pencurian terhadap fasilitas sekolah, maka Dinas Pendidikan Kota Ambon menghimbau agar setiap sekolah harus memperketat pengamanan terutama di malam hari.

“Pengamanan super ketat harus dilakukan di setiap sekolah terutama di malam hari. Sekolah harus ada penjaganya dan security ini berguna untuk atasi aksi pencurian terhadap fasilitas pendukung pendidikan,” pinta Kadis pendidikan Kota Ambon, Beny Kainama kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (30/6).

Menurutnya, kejadian yang terjadi di dua sekolah tersebut jangan lagi terulang, dimana pihak sekolah harus memperhatikan pengamanan yang super ketat di sekolah.

Untuk diketahui, ka­sus kehilangan perangkat kom­puter berupa hard disc kini te­lah menjadi trend di kalangan sekolah. Bagaimana tidak, be­lum sampai sepekan, sudah dua buah sekolah me­ngalami ke­hilangan perangkat kom­puter. Ruangan laboratorium kom­puter SMPN 21 mengalami kebobolan pada Senin (20/6). Kini pencurian yang sama juga terjadi di SMAN 8 Hutumuri, Kecamatan Leitimur Selatan (Leitisel), Kamis (23/6).
23.01 | 0 komentar

Bentrokan Antar Kampung di Ambon dan MTB

Ambon,  Insiden pertikaian antar pemuda Batu Gantung, Kampung Ganemo dan Batu Gantung Dalam (Bagada)Lorong Pasar Tagalaya kembali terjadi.

Insiden ini merupakan konflik yang kesekian kalinya terjadi antar dua daerah bertetangga itu tepatnya, di Jalan dokter Siwabessy, Selasa (28/6). Tidak ada korban jiwa dalam insiden itu, dan polisi telah menetapkan dua tersangka. Peristiwa ini berawal saat Markus, pemuda Bagada sedang menyantap makan siangnya di RM “Ayah”, Batu Gantung. Setelah selesai makan, Markus kemudian dihampiri enam orang tak dikenal (OTK) yang diduga warga Kampong Ganemo. Markus langsung dikeroyok enam pemuda itu. Markus langsung melarikan diri. Markus yang sempat lolos dari komplotan itu, menyampaikan insiden tersebut kepada rekan-rekannya yang tak jauh dari tempat kejadian. Belum merespon apa yang disampaikan Markus, datang sekelompok pemuda Kampong Ganemo melakukan penyerangan ke Bagada. Mereka langsung merusaki dua unit Sepeda Motor yang berada di TKP. Kelompok pemuda ini juga sempat menggunakan alat tajam berupa parang dan besi. Melihat tingkah anarkis itu, pemuda pemuda Bagada (Lorong Tagalaya) marah dan langsung membalas dengan lemparan batu untuk membubarkan masa Batu Gantung Ganemo. Masyarakat yang berada pada TKP sempat panik dan melarikan diri, orang tua yang sedang berjualan pada pasar Tagalaya juga berteriak dan coba melerai kedua kelompok. Tak lama kemudian, petugas Kepolisian resort (polres) Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease tiba di lokasi kejadian dan langsung mengamankan situasi. Setelah itu keadaan mulai kondusif, namun masih terlihat konsentrasi massa dari kedua belah pihak. Pihak kepolisian unit Buser Polres sempat melakukan pengejaran terhadap pelaku pengrusakan dua unit sepeda motor. Mereka yang melakukan pengrusakan itu berjumlah tiga orang diantaranya LR dan VK, satu tersangka hingga kini masih dalam pengejaran pihak intelejen polres Ambon. Atas kejadian tersebut dua unit sepeda motor mengalami kerusakan, yakni Honda Revo Nomor Polisi DE 6269 AP milik Abraham Tuhupary dan Suzuki Smash Nomor polisi DE 4838 AC milik Marchel Pattipeilohy. Saat ini dua kendaraan roda dua tersebut sedang diamankan di Mapolres Ambon. Warga Ridol-Lelingluan Bentrok Sementara itu, warga Desa Ridol dan Lelingluan, Tanimbar Utara MTB terlibat bentrok massal, Selasa (28/6) sekitar pukul 17.00 WIT. Akibatnya, belasan warga Lelingluan dan Ridol luka-luka akibat tawuran yang terjadi secara masal. Informasi yang diterima Koran ini menyebutkan kalau perkelahian massal ini berawal dari pertandingan bola Volly antara dua desa di kompleks Polsek Larat. Karena pertandingan makin seru, supporter kedua pendukung saling ejek dan kemudian terlibat bentrok. Saling kejar dan lempar antar dua desa terjadi tanpa bisa dicegat oleh aparat kepolisian di ibukota Kecamatan Tanut ini. Akibatnya, sejumlah warga Lelingluan luka-luka terkena lemparan batu, sementara satu warga Ridol babak belur dikeroyok massa. Kejadian ini masih berlanjut pada Selasa malam. Kali ini bukan saja para suporter namun sudah melibatkan warga kedua desa bertetangga ini. Mereka saling mengawasi, bahkan terlihat warga kedua desa berjaga-jaga dengan menenteng senjata tajam dan anak panah (busur). Celakanya lagi, dua desa tetangga masing-masing Ridol dan Watidal sudah bergabung dengan warga Ridol dan berhadap-hadapan dengan warga Desa Lelingluan. Sayangnya, terhadap kejadian ini, Polsek Tanimbar Utara dinilai tidak berdaya dan sampai kemarin belum bisa mengambil langkah-langkah apalagi menangkap para pelaku tawuran. Atas persoalan ini, Perhimpunan Mahasiswa Pemuda Yamdena Ulun (Permadayu) menyerukan agar Polres MTB segera mengabil langkah hukum di lapangan. ‘’Kami minta hal ini segera dituntaskan oleh Polres MTB, karena Polsek Tanut praktis tidak bisa mengambil langkah. Apalagi warga sudah berjaga-jaga dengan menyandang senjata tajam,’’ tandas Ketua Dewan Kehormatan Permadayu, Lodwyk Wessy ketika menghubungi Koran ini, kemarin. Dia menyebutkan, persoalan ini harus segera diselesaikan karena dikuatirkan akan mengganggu pentahapan pilkada di MTB. ‘’Selain mengganggu stabilitas keamanan, kondisi ini juga dapat mengganggu stabilitas keamanan disana. Kami minta aparat Polres MTB segera mengambil sikap tegas sehingga tidak menimbulkan hal-hal yang lebih vatal,’’ ingatnya.
22.59 | 0 komentar

Kepolisian Lemah, Pertikaian Warga tak Bisa Dicegah

Ambon, Hari ini Polri memperingati HUT Bhayangkara ke 65 tahun 2011, tapi sejumlah insiden pertikaian warga belum berhasil dituntaskan oleh kepolisian di Maluku.

Polres Pulau Ambon maupun Polda Maluku dinilai lamban mengantisipasi apalagi menengahinya. Pertikaian warga antara desa (negeri) Hitu-Mamala, Porto-Haria, Rumakay-Tihulale, sesama warga di Desa Pelauw, bahkan yang terbaru di Batu Gantung Kota Ambon maupun Ridol-Lelingluan di Kabupaten MTB, tak mampu diantisipasi. Perdamaian di bumi raja-raja kian terusik pasca konflik sosial 1999, kinerja Polri di Maluku dipertanyakan. Data yang dihimpun Ambon Ekspres menorehkan catatan buruk kinerja aparat kepolisian di Maluku, insiden pertikaian warga bersifat massif terjadi, bahkan berpotensi terjadi di beberapa tempat secara sporadis tanpa diduga. Pertikaian antara desa Hitu Lama-Mamala pecah pada 16 September 2010 lalu, yang berbuntut pemukulan Raja Mamala Abdullah Malawat hingga kini tak tuntas. Lalu pertikaian Rumakay-Tihulale 27 Februari 2011, masih penyelidikan. Konflik Porto-Haria, 26 Maret 2011, masih penyidikan, lalu pertikaian sesama warga di Desa Pelauw, 31 Maret 2011 yang merenggut lima korban jiwa masih dalam penyidikan kepolisian. Pertikaian warga terjadi secara beruntun, tanpa bisa diantisipasi. Ironisnya dari sejumlah pertikaian antar warga itu, penanganan hukum masih berjalan di tempat. Belum ada satu pelaku pun yang ditetapkan sebagai tersangka. Akibat tidak ada ketegasan hukum dari pihak kepolisian, bentrokan warga selalu berulang di Maluku. Kinerja kepolisian dipertanyakan, khususnya inteljen institusi korps Bhayangkara negara ini untuk mencegah konflik. Demikian pula unit reskrim Polres Pulau Ambon dan Polda Maluku dalam menuntaskan kasus kekerasan dalam pertikaian-pertikaian ini. Momentum Hari Ulang Tahun Kepolisian Republik Indonesia ke 65, aparat kepolisian di daerah ini diminta untuk lebih meningkatan profesionalisme dalam bidang penegakan hukum terkait pertikaian antar warga yang sering terjadi di sejumlah wilayah di Maluku. Anggota Komisi A DPRD Maluku, Lutfi Sanaky mengatakan, pertikaian antar warga di sejumlah kabupaten/kota di Maluku karena belum maksimalnya polisi menjalankan tugasnya selaku pengayom atau pelindung masyarakat. ’’Soal Kamtibmas banyak keluhan dari masyarakat terkait masalah keamanan, perkelahian antara kampung di sejumlah wilayah di Maluku terus terjadi,’’ kata Sanaky dihubungi Ambon Ekspres, Kamis (30/6). Ketua Fraksi Pembaharuan DPRD Maluku itu bahkan mendesak pertikaian warga maupun konflik antar desa, dituntaskan, dan para pelaku kekerasan diseret ke meja hijau agar menimbulkan efek jera. "Jika proses hukumannya maksimal tentu masyarakat tidak akan berkelahi karena sudah jera," ujarnya. Selain proses hukum yang membuat jera, akar persoalan hingga terjadinya konflik hendaknya jangan dipelihara. Terkait hal ini, Sanaky meminta keseriusan pemerintah daerah, stakeholder, maupun masyarakat mencarikan solusi. "Semua orang di daerah ini bercita-cita, Maluku yang benar-benar damai karena kita cinta damai. Kita harapkan peran semua pihak agar Maluku kedepan benar-benar bebas dari pertikaian," imbuhnya. Sanaky berharap dengan HUT Bhayangkara ini, Polri lebih profesional. Diakui, kepolisian banyak mengalami kendala, tetapi hendaknya itu menjadi cambuk guna lebih meningkatkan kinerja institusi, demi kepentingan daerah ini dari sisi Kambtibmas. KABARESKRIM PIMPIN UPACARA Terkait HUT Bhayangkara, Kabareskrim Polri Komjen Ito Soemardi akan memimpin langsung upacara yang dipusatkan di lapangan Polsek Salahutu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah. Kabid Humas Polda Maluku, AKBP J Huwae kepada Ambon Ekspres mengatakan, upacara HUT Bayangkara dilaksanakan di tiga lokasi di Maluku, yakni di Markas Sekolah Kepolisian Negara (SPN) Passo sebagai inspektur upacara, Wakil Kepala Polisi Daerah Maluku, Herry Prastowo. Di lapangan Polsek Amahai inspektur upacara, Kapolda Maluku, Komjen Syarif Gunawan. Dan Kabareskrim, Komjen Ito Soemardi yang datang dengan rombongan dari Mabes Polri sebagai inspektur upacara di lapangan upacara Polsek Salahutu, Desa Tulehu. Untuk mengamankan jalannya upacara HUT Bayangkara, aparat kepolisian yang berjumlah 300-an lebih berjaga-jaga di depan Hotel Aston, Suli hingga lokasi pelaksanaan. Upacara akan berlangsung secara serempak di tiga lokasi tersebut pukul 08.00 WIT, hari ini. HUT Bayangkara kali ini bertema; Dengan semangat kemitraan kita mantapkan revitalisasi polri mewujudkan pelayanan prima. Melalui HUT tersebut seluruh anggota korps Bhayangkara diharapkan mampu melakukan tugas dan peranannya untuk melayani, mengayomi serta menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat dengan baik sesuai amanat Tribrata Polri.
22.57 | 0 komentar

Jalin Kerjasama, Pemkot Gelar Upacara 17-an Terpadu

Written By Ambononline.com on Senin, 20 Juni 2011 | 11.17

Ambon - Dalam rangka menjalin kerjasama dan hubungan yang lebih baik dari seluruh komponen di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon dan berbagai organisasi kemasyarakatan yang ada di kota ini, maka pemkot, menggelar upacara bendera 17-an terpadu.

Upacara tersebut tersebut digelar di lapangan Upacara Kantor Pengandilan Negeri Klas I Ambon, Jumat (17/6). Bertindak selaku inspektur upacara, Walikota Ambon, MJ Papilaja.

Upacara ini yang baru pertama kali dilakukan tersebut, dihadiri unsur TNI/Polri, PNS dilingkup Pemkot Ambon, tokoh agama, tokoh adat dan raja-raja di wilayah Kota Ambon.

Walikota Ambon, MJ Papilaja dalam amanatnya mengatakan, hubungan kerjasama yang lebih baik dari seluruh komponen pemkot dan berbagai organisasi kemasyarakatan yang ada di Kota Ambon harus terjalin dengan baik, sehingga cita-cita luhur Kota Ambon yang maju dan sejahtera dapat terwujud dalam bingkai NKRI.

Dikatakan, saat ini dan ke depan, tantangan dan tuntutan tugas tidaklah ringan, sehingga di mana volume dan frekuensi tugas akan semakin berat dan kompleks, seiring dengan perkembangan situasi dan dinamika masyarakat yang semakin tinggi.

"Kita bersama-sama dituntut untuk dapat bekerja keras dengan didukung oleh etos kerja dan disiplin yang tinggi, sehingga mampu memprediksi dan mengantisipasi setiap tantangan tugas dengan lebih baik," ujarnya.

Menurutnya, dalam menghadapi tugas-tugas dan perkembangan situasi di wilayah Kota Ambon ke depan, aparat pemkot diminta untuk selalu senantiasa dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.

Saat ini situasi keamanan di berbagai daerah sering terganggu oleh adanya tindakan terorisme dan aksi tersebut, tidak tertutup kemungkinan dapat saja terjadi di daerah ini.

Demikian pula dengan kegiatan radikalisme yang terjadi, terkadang sulit dibedakan dalam derasnya arus demokratisasi saat ini.

Konflik-konflik horizontal di masyarakat yang berkaitan dengan batas wilayah, masalah adat dan perselisihan individu yang membesar menjadi permasalahan kelompok masih saja terjadi di daerah ini.

"Kita harus terus meningkatkan kepekaan, ketajaman kecerdasan dalam membaca dan mencermati setiap perkembangan situasi. Kecepatan dan ketepatan dalam bertindak senantiasa dituntut, sehingga tidak ada peluang sekecil apapun untuk memprovokasi masyarakat dan diadu domba. Kita semua diharapkan sadar akan hukum dengan tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan hukum," harap Walikota.

Ditambahkan, jalinan kerjasama dan kekompakan, baik antara Pemerintah Daerah, TNI, Polri maupun komponen masyarakat lainnya, harus tetap dijaga dan dipelihara dan semangat kebersamaan yang sudah terjalin selama ini perlu dibina dan ditingkatkan karena semuanya itu adalah salah satu kunci keberhasilan dalam setiap pelaksanaan tugas.

"Saya berharap agar warga tidak main hakim sendiri dan menghindari tindakan anarkis, di mana jika ada pelanggaran hukum, maka diserahkan kepada aparat yang berwajib," harapnya. (S-26)
11.17 | 0 komentar

Walikota Himbau Tingkatkan Kewaspadaan

Ambon - Walikota Ambon, MJ Papilaja menghimbau kepada semua warga Kota Ambon untuk meningkatkan kewaspadaan, karena hingga saat ini kondisi cuaca di Maluku dan Ambon pada khususnya masih bersifat ekstrim.

Kondisi cuaca saat ini tidak menentu dan sering berubah menjadi ekstrim, di mana cuaca terkadang panas terik, tetapi tiba-tiba berubah menjadi hujan deras.

"Untuk itu saya menghimbau kepada kita semua untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan," pinta walikota dalam upacara 17-an terpadu yang digelar di Lapangan Upacara Pengadilan Negeri Ambon, Jumat (17/6).

Dijelaskan, bencana alam berupa banjir dan tanah longsor maupun gelombang laut yang besar harus menjadi perhatian bersama untuk terhindar dari kerugian yang terjadi, baik harta benda maupun korban jiwa.

"Bencana alam berupa banjir dan tanah longsor yang telah terjadi di Kota Ambon hendaklah menjadi perhatian kita agar dapat terhindar dari kerugian yang dapat terjadi, sehingga saya berharap kita terus memelihara dan meningkatkan komunikasi dan koordinasi antar unsur terkait dalam menanggulangi bencana," tandasnya.

Dijelaskan, komunikasi dan koordinasi sangat diperlukan, sehingga penanggulangan bencana dapat dilaksanakan secara terintegrasi, cepat dan tepat sasaran. Saat ini kondisi Kota Ambon sangat baik, namun diharapkan semua pihak dapat berperan aktif dalam mengisi pembangunan di kota ini dan selalu damai, sehingga dapat mewujdukan Kota Ambon yang maju dan sejahtera. (S-26)
11.14 | 0 komentar

Juli, Pemkot Canangkan HUT Kota Ambon ke-436

Ambon - Direncanakan, pada bulan Juli mendatang Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, melakukan pencanangan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Ambon ke-436.

Ketua Panitia HUT Kota Ambon ke-436, Robby Silooy kepada wartawan di Balai Kota, Jumat (17/6), menjelaskan, menjelang pelaksanaan pencanangan HUT tersebut, saat ini panitia pelaksana sementara melakukan rapat koordinasi yang berhubungan dengan pelaksanaannya. Berbagai program, seperti kegiatan olahraga dan lomba lainnya akan menghiasi HUT Kota Ambon nanti.

"Kita rencanakan pencanangan HUT Kota Ambon ke-436 akan dilakukan bulan Juli nanti dan saat ini melakukan rapat koordinasi untuk menyusun program-program dalam memeriahkan HUT nanti," jelasnya.

Dikatakan, tema HUT Kota Ambon untuk tahun ini, masih berkaitan dengan visi dan misi Kota Ambon, yakni mewujudkan masyarakat Kota Ambon yang manis. Tema HUT Kota Ambon ke-436 Tahun ini adalah ‘Manislah Ambonku', di mana masalah lingkungan masih menjadi perhatian.

Menurutnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon dalam perayaan HUT nanti masih lebih fokus pada upaya untuk merubah pola pikir dan perilaku masyarakat Kota Ambon terhadap lingkungan.

Dijelaskan, salah satu program dalam rangka untuk merubah perilaku masyarakat Kota Ambon terhadap lingkungan adalah dalam rangka memeriahkan HUT nanti kita akan gelar lomba lingkungan, yakni lomba penanaman pohon masa depan.

"Dalam lomba tersebut sebanyak 436 pohon akan ditanam sesuai dengan HUT Kota ke-436 dan ratusan anakan pohon yang akan ditanam ini dibagikan ke setiap sekolah di Kota Ambon untuk menanamnya dan juara lomba baru akan diumumkan nanti pada acara puncak perayaan HUT Kota Ambon ke-437 tahun 2012 mendatang," ungkapnya.

Ditambahkan, berbagai program dan perlombaan yang akan memeriahkan HUT Kota Ambon ini akan dikoordinasikan dengan Walikota dan Wakil Walikota Ambon terpilih, jika nantinya dilantik sebelum perayaan HUT.

Dia berharap dengan tema ‘Manislah Ambonku', dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk merubah perilaku guna mengembalikan wajah kota ini menjadi manis kembali. (S-26)
10.58 | 0 komentar

KNPI Dukung Langkah Pemkot Lakukan Penataan Kota

Written By Ambononline.com on Senin, 13 Juni 2011 | 08.53

Ambon - DPD KNPI Kota Ambon, mendukung langkah dan kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) dalam upaya melakukan penataan kota.

Selain dilakukan penataan kota, pihaknya juga meminta agar selain menertibkan para Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk tidak beraktivitas pada badan jalan dan trotoar, maka penataan utama yang harus dilakukan pemkot lainnya, yak­ni mengevaluasi adanya par­kiran di sepanjang ruas jalan protokol yang ada di Kota Ambon.

"Parkiran di jalan protokol harus dievaluasi guna meng­hindari adanya kemacetan," ungkap Wakil Sekretaris DPD KNPI Kota Ambon, Abdul Wahab kepada Siwalima di Am­bon, Jumat (10/6).

Dijelaskan, jalan protokol seperti jalan AY Patty dan Jalan AM Sangadji saat ini sudah semakin sempit, akibat dari sebagian badan jalan di­gunakan untuk areal parkiran.

"Saat ini volume kendaraan di Kota Ambon semakin bertambah sementara jalan juga semakin sempit akibat dijadikan sebagai tempat parkir, ini harus menjadi perhatian pemkot, bukan saja menertibkan PKL yang me­nempati badan jalan, namun hal-hal yang sangat krusial yang berdampak pada kema­cetan tidak menjadi perha­tian," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Wa­hab juga mengkritisi pemkot yang hanya bernyali untuk menertibkan para PKL yang beraktivitas pada badan jalan dan trotoar, sementara akti­vitas pelaku usaha yang tetap melakukan proses bongkar muat di saat jam-jam sibuk yang justru menghalangi masyarakat terutama para pejalan kaki tidak mendapat perhatian.

"Padahal Walikota Ambon, MJ Papilaja telah menge­luarkan intruksi yang mela­rang mobil-mobil pengangkut barang untuk tidak melakukan proses bongkar muat di depan toko-toko disepanjang jalan protokol di Kota Ambon. Di mana mobil dilarang mela­kukan aktivitas bongkar muat pada jam sibuk mulai pukul 07.00-19.00 WIT, namun buk­tinya masih saja pelaku usaha melakukan proses bongkar muat di saat jam sibuk dan tidak ada tindakan dari pem­kot," sesalnya. (S-26)
08.53 | 0 komentar

MKKS SMP Rasionalkan Biaya Penyaluran Siswa Baru

Ambon - Musyawarah Kepala-Kepala Sekolah (MKKS) tingkat SMP se-Kota Ambon, telah membentuk tim untuk merasionalkan anggaran yang dibutuhkan dalam penyaluran para siswa baru untuk ditempatkan pada SMA/MA/SMK di kota ini.

Kendati telah ada penetapan biaya penyaluran siswa baru oleh orang tua, komite sekolah dan pihak se­ko­lah, namun hal tersebut dipolemik­kan para orang tua murid bahkan orang tua menyebarkan melalui pe­san singkat dan di terima oleh Wali­kota Ambon, MJ Papilaja. di mana orang menilai pihak sekolah telah memungut tagihan dari orang tua siswa hingga mencapai Rp 300 ribu untuk biaya penyaluran siswa baru tersebut.

Atas infomasi tersebut, maka Wali­kota Ambon secara mendadak melakukan rapat dengan para kepa­la-kepala SMP se-Kota Ambon un­tuk membahas masalah tersebut.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Ambon, Piet Pattiasina kepada war­ta­wan di ruang kerjanya, Jumat (10/6) mengatakan, berdasarakan arahan dari walikota, maka setiap kepala sekolah diminta untuk segera mera­sionalkan biaya penyaluran siswa baru ke SMA/MA/SMK sesuai dengan standar yang berlaku.

"Tim kecil yang dibentuk MKKS tersebut dalam rangka menetapkan biaya penyaluran siswa baru secara rasional yang disesuaikan dengan perencanaan-perencanan yang telah ditetapkan," ujarnya.

Selain merasionalkan anggaran, kata Pattiasina, hal tersebut juga memudahkan pihak sekolah dalam mempertanggungjawabkan angga­ran yang diambil dari oarng tua siswa untuk keperluan biaya penya­luran siswa baru pada setiap seko­lah di Kota Ambon.

Anggaran yang akan digunakan untuk biaya penyaluran sekolah berbeda-beda pada masing-masing sekolah, di mana biaya tersebut, ditetapkan berdasarkan kesepakatan antara orang tua, komite sekolah dan para guru. "Pihak sekolah tidak mempunyai kewajiban untuk menya­lurkan siswa pada sekolah yang akan dituju dan apa yang diambil sekolah untuk me­nyalurkan siswa-siswa baru terse­but merupakan cara dalam rangka untuk mem­bantu para orang tua," tandasnya.

Dijelaskan, anggaran yang dipu­ngut berdasarkan kesepakatan ber­sa­ma tersebut digunakan untuk biaya press dan fotocopy ijazah, biaya press dan fotocopy Surat Kete­ra­ngan Hasil Ujian Nasional (SKHUN), biaya map, ongkos transport dan makan panitia penyaluran siswa baru, ke sekolah tujuan. "Hasil kerja tim kecil yang dibentuk MKKS ini, selanjutnya akan menyampaikan kepada Pemkot Ambon," jelasnya. (S-26)
08.48 | 0 komentar

Sosok Sr Francesco Berharga Bagi Keuskupan Amboina

Ambon - Uskup Diosis Amboina Mgr PC Mandagi MSC, mengaku selama 46 tahun berkarya di Maluku, Suster Francesco Moens FDNSC merupakan sosok yang paling berharga bagi Keuskupan Amboina.

"Suster Francesco adalah orang yang paling berharga bagi Keuskupan Amboina dalam menjalankan misi sosialnya memberikan bantuan kepada orang yang berkekurangan tanpa memandang latar belakang orang tersebut," ungkap Uskup saat acara perpisahan Suster Francesco Moens FDNSC di Gedung Serbaguna Santo Fransiscus Xaverius-Ambon, Jumat (10/6).

Dikatakan, seseorang dinilai bukan dari apa yang didapatkannya, tetapi dari apa yang diberikannya kepada orang lain, sehingga hal inilah yang dilakukan Suster Francesco dengan member kepada orang lain.

"Suster Francesco juga memberikan pengharapan kepada suster-suster Putri Bunda Hati Kudus (PHBK) Indonesia dalam memberikan pelayanan sosial di Maluku, sudah banyak suka duka tentunya yang dilewati oleh suster Francesco, namun yakinlah bahwa rencana Tuhan selalu Indah," katanya.

Sementara itu Gubernur Maluku, KA Ralahalu mengatakan, pelaksanaan amanat merupakan bentuk pengadian Allah itulah tugas utama sebagai manusia, apa yang telah ditorehkan oleh Suster Francesco selama 46 tahun di Maluku adalah gambaran perjuangan dan pengabdian kepada Maluku.

"Sebagai seorang pendidik,Suster Francesco tidak mengharapkan imbalan. Ia hanya ikhlas, kasih ibu sepanjang jalan, sebagai warga Maluku seharusnya kita menyadari bahwa kita berutang budi kepada suster Francesco Moens yang merupakan sosok panutan yang patut menjadi seni teladan bagi kita," katanya.

Ralahalu mengaku walaupun Suster Francesco dalam pelayanannya tidak mengharapkan imbalan, namun selaknya masyarakat selaku Maluku patut mengucapkan syukur atas pengabdiannya selama 46 tahun tanpa memandang suku, agama dan ras inilah yang menjadi panutan bagi masyarakat Maluku.

"Marilah kita berbagi kasih kepada sesama kita, belajar untuk selalu saling berbagi dan membantu sesama yang membutuhkan. Kiranya momentum saat ini mampu memberikan inpirasi dan motivasi bagi kita semua untuk tumbuhnya semangat melayani dan membantu sesama dalam membangun Maluku," ungkapnya.

Dijelaskan, banyak suka dan duka yang sudah dialami oleh Suster Francesco selama di Maluku, tetapi ia sendiri justru mengaku senang berada di Maluku khususnya Ambon karena keindahan lautnya.

"Kiranya apa yang dikorbankan oleh suster selama ini, kiranya apa yang dilakukan Suster Francesco dapat memberikan kesadaran kepada kita semua umat Kristen khususnya kepada suster-suster yang akan ditingalkan," cetusnya.

Di tempat yang sama Suster Provencial PBHK Belanda Suster Lis Alkemade, mengatakan, karya yang dilakukan oleh Suster Francesco Moens merupakan pelayanan yang patut diteladani.

"Dengan usianya yang sangat muda saat itu, ia mengambil keputusan untuk melayani, dan keikhlasan ia menolong masyarakat tanpa memandang latar belakang orang tersebut," katanya.

Sementara itu Suster Provincial PBHK Indonesia Suster Maidelene menilai 46 tahun karya suster Francesco Moens FDNSC di Maluku merupakan suatu anugerah dari Tuhan sehingga dapat menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi dalam membangun Maluku. (S-30)
08.47 | 0 komentar

HIMAPEL Dukung LIRA Lapor Kapolda Maluku ke Mabes Polri

Ambon - Himpunan Mahasiswa Pemuda Lelemuku (HIPMAPEL) mendukung sepenuhnya langkah Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Maluku, untuk melaporkan Kapolda Maluku Brigjen Polisi Syarief Gunawan dan Kapolres Maluku Tenggara Barat (MTB), AKBP Haris Budiarsa terkait proses hukum kasus peralatan alat kesehatan (Alkes) di Dinas Kesehatan MTB tahun 2006 senilai Rp 3 milyar.

"Kita mendukung langkah yang ditempuh oleh LIRA dengan melaporkan Kapolda ke Mabes Polri, sebab memang kasus ini sudah cukup lama, namun anehnya hingga kini belum juga tuntas, bahkan belum juga ada yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres MTB," ujar Ketua Umum Himapel, Jery Siletty kepada Siwalima, Jumat (10/6).

Silety mengatakan, Kapolda Maluku seharusnya melakukan evaluasi terhadap kinerja Kapolres MTB, AKBP Haris Budiarsa terkait penuntasan sejumlah kasus korupsi yang ditanganinya sampai saat ini.

Menurutnya, sejak menjabat kapolres di wilayah MTB, Budiarsa tidak menunjukan prestasi yang gemilang. Malah keberadaannya justru membuat masyarakat di Kabupaten MTB tidak hidup tenang akibat tindakan anak buahnya yang tidak menjungjung tinggi tugas dan fungsi Polri.

"Belum lagi kasus-kasus lainnya, di mana baru saja terjadi pemukulan terhadap seorang pastor oleh anggota Polres MTB. Saya rasa ini sudah seharusnya menjadi catatan bagi Kapolda," cetusnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku, AKBP J. Huwae mengatakan, keinginan LIRA Maluku melaporkan Kapolda Maluku ke Mabes Polri patut diapresiasi. Sebab hal itu merupakan bentuk fungsi kontrol terhadap kinerja kepolisian.

"Itu hak LIRA, harus diapresiasi karena merupakan bentuk kontrol terhadap kinerja kepolisian. Prinsipnya kami tetap terbuka terhadap segala kritikan yang disampaikan masyarakat kepada polisi. Tujuannya agar polisi kedepan lebih baik lagi," katanya kepada Siwalima di ruang kerjanya, Jumat (10/6).

Meskipun diancam dilaporkan ke Mabes Polri, akan tetapi Kabid Humas mengaku sampai sekarang pihak Polres MTB belum melakukan koordinasi dengan Polda Maluku terkait penanganan kasus korupsi di Dinas Kesehatan MTB itu.

"Belum ada koordinasi, kalau itu diminta polres setempat, Polda Maluku akan membantu menuntaskan kasus itu," ujarnya.

Ditanya soal kemungkinan ambil alih penanganan karena kasus tersebut sudah terlalu lama, dengan tegas, Huwae mengaku hal tersebut dapat saja dilakukan jika polres setempat menyatakan tidak mampu menanganinya.

Kapolda Maluku dan Kapolres MTB bakal dilaporkan ke Mabes Polri terkait proses hukum kasus korupsi proyek pengadaan peralatan kesehatan (Alkes) di Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) tahun 2006 senilai Rp 3 milyar lebih.

"LIRA ini kan LSM yang selama ini getol menyuarakan anti korupsi. LIRA pusat mempertanyakan penuntasan berbagai kasus diantaranya Korupsi Alkes MTB ini. Dalam pandangan LIRA, polisi tidak becus melakukan proses hukum terhadap perkara-perkara korupsi di Maluku," ungkap Direktur Lumbung Infonrmasi Rakyat (LIRA) Maluku, Yan Sariwating kepada Siwalima di Ambon, Kamis (9/8).

Menurutnya, ditakutkan dalam melakukan proses hukum yakni penyelidikan dan penyidikan kasus korupsi polisi melakukan tawar menawar yang mengarah kepada penyuapan. Sehingga kasus korupsi tidak pernah tuntas.

"Kami takutkan, Polres MTB ada bermain dalam kasus korupsi Alkes. Sehingga satu-satunya jalan untuk kasus ini dituntaskan adalah melapor yang bersangkutan ke Mabes Polri di Jakartra," ujar Sariwating.

Untuk diketahui, proyek pengadaan Alkes MTB tahun 2006 senilai Rp 3.192.000.000 itu, diduga ditangani PT. Makara Jaya Pratama, yang merupakan perusahaan milik Daniel Sohilait. Namun kemudian diberikan kepada kontraktor lain untuk mengerjakannya.

Dalam pengusutan kasus dugaan korupsi proyek alkes penyidik Polres MTB telah pergi ke Makassar untuk melacak keberadaan barang-barang yang dibeli tersebut.

Temuan yang didapati penyidik ternyata mutunya jauh di bawah standar yang telah ditetapkan. Barang alkes tersebut merupakan barang buatan Pakistan yang kualitasnya jauh di bawah standar.

Diduga, pekerjaan proyek tersebut tidak melalui proses lelang sesuai Keppres 80 Tahun 2003, dan adanya dugaan mark up dalam proyek itu. Alkes tersebut sebagian telah dibagikan ke puskesmas-puskesmas yang ada di MTB. Namun berdasarkan informasi yang diperoleh, peralatan tersebut tidak layak. Akibatnya peralatan tersebut mubasir alias tidak terpakai. Misalnya yang didatangkan adalah alat kedokteran gigi, sedangkan di pelosok kebutuhan dokter gigi belum ada. Apalagi, jaringan listrik belum terpasang. (S-30/S-32)
08.46 | 0 komentar

Ashari: Kinerja PNS Harus Diperbaiki

Written By Ambononline.com on Jumat, 10 Juni 2011 | 12.06

Ambon - Kepala Badan Kepegawaian Nasional (BKN) RI, Edy Topo Ashari menegaskan, saat ini kinerja Pegawai Negeri Sipil (PNS), harus terus menerus diperbaiki seiring dengan Program Reformasi Birokrasi.

"Saat ini pemerintah sedang berupaya perbaiki kinerja PNS dengan program reformasi birokrasi, dengan area perubahan yang komprehensif, yaitu tatanan organisasi, SDM, tatalaksanaan berbagai organisasi, regulasi/deregulasi, agar reformasi birokrasi secara operasinal dapat dilaksanakan," jelas Ashary dalam sambutannya pada acara Penandatangan Nota Kesepahaman Kerjasama Pemerintah Daerah se-Provinsi Maluku dengan BPKP dan BKN RI serta pembukaan Rapat Koordinasi Pembinaan dan Peningkatan Tata Kelola Keuangan yang berlangsung di Baileo Siwalima, Rabu (8/6).

Menurutnya, saat ini telah ditetapkan Road Map Reformasi Kepegawaian sebagai panduan pelaksaan yang sistematis, hal ini berkaitan dengan reformasi yang sedang dilaksanakan saat ini yang didasari pada perubahan cara berpikir dan cara bertindak dari birokrat untuk lebih akomodatif bagi kepentingan negara dan masyarakat.

"Hal yang utama dan pertama yang harus dilakukan adalah mereform integritas dan changes management, di mana manajemen yang lama harus dimodifikasi menjadi manajemen modern sesuai dengan lingkungan strategi, untuk selanjutnya mendorong produktivitas dan responsibilitas serta mendukung implementasi e-government dalam pelayanan kepegawaian," ungkapnya.

Dikatakan, berbagai pemicu pelaksanaan manajemen kepegawaian diperlukan innovation breakthrough yang antara lain, pembenahan dan implikasi bisnis proses, sebagai langkah percepatan mendorong peningkatan pelayanan kepegawaian kepada PNS dan BKN telah menyusun program-program percepatan (quick win) dalam pelayanan kepegawaian.

Adapun terobosan-terobosan yang merupakan quick win reformasi kepegawaian tersebut antara lain, Nomor Induk Pegawai (NIP) Nasional, dimana perubahan NIP ini merupakan kebangkitan administrasi data kepegawaian dan berbagai kelemahan administrasi yang dapat diselesaikan. (S-35)
12.06 | 0 komentar

Kairoty: Sekolah Jangan Bebankan Orang Tua

Ambon - Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Maluku, Salim Kairoty berharap kedepan pihak sekolah tidak lagi membebankan para orang tua murid dengan biaya yang terlalu membebani mereka pada saat penerimaan murid baru nanti, sehingga para orang tua juga tidak resah.

Pasalnya, memasuki tahun ajaran baru biasanya menjadi trand di mata orang tua bahwa akan ada pungutan-pungutan dari pihak sekolah terhadap orang tua murid yang anaknya akan masuk sekolah pada jenjang yang baru, di mana pungutan-pungutan tersebut selalu meresahkan para orang tua.

"Sepertia biasanya tiap tahunnya itu ada keluhan-keluhan orang tua terhadap biaya masuk sekolah, padahal sudah ada dana BOS di sana, di SD- SMA sehingga itu harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk tidak lagi memungut biaya yang sangat memberatkan," kata Kairoty kepada wartawan di Kantor Gubernur Maluku, Rabu (8/6).

Olehnya itu, kata dia, dana BOS yang diberikan ke sekolah-sekolah itu harus dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk operasional sekolah, karena mekanismenya harus diatur sebaik mungkin, sehingga tak ada lagi pungutan yang memberatkan orang tua.

"Di mana proses itu ada Komite Sekolah dan dinas kabupaten/kota untuk melakukan pemantauan agar jangan lagi anak-anak dan orang tua terbebani karena tidak mempunyai biaya masuk sekolah dan tidak sekolah. Apalagi, kita sudah berada pada wajib dikdas sembilan tahun, dan wajib belajar 12 tahun," ujarnya.

Namun begitu, tambah Kairoty, soal pungutan, biasanya diatur oleh kabupaten/kota setempat untuk masalah-masalah biaya masuk, tetapi jangan sampai karena masalah pungutan dan anak-anak tidak sekolah diharapkan jangan lagi memberatkan biaya yang berat, sehingga anak-anak tidak dapat masuk sekolah.

Selain masalah pungutan, Kairoty pun berharap agar setiap sekolah bisa berlaku tegas dan adil sebagaimana pembagian rayonisasi penerimaan siswa baru yang telah ditetapkan.

"Untuk rayonisasi harus terus diawasi agar tidak lagi menjadi penumpukan-penumpukan pada sekolah-sekolah tertentu, apalagi setiap sekolah ini kan diberlakukan kurikulum yang sama, sehingga tak ada lagi dikatakan ada yang memberlakukan kurikulum baru dan lama," pintanya. (S-35)
11.03 | 0 komentar

Terbukti Lakukan Pungli, Guru akan Dipecat

Ambon - Walikota Ambon, MJ Papilaja menegaskan, tidak ada Pungutan Liar (Pungli) saat penerimaan siswa baru di Kota Ambon.

Kepada wartawan di Balai Kota Ambon, Rabu (8/6), usai melakukan rapat kerja dengan para kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kota Ambon, Papilaja menegaskan akan menindak oknum kepala sekolah atau guru yang melakukan pungutan liar dari orang tua saat penerimaan siswa baru.

"Masyarakat dan orang tua siswa juga harus melaporkan kepada saya jika ada oknum kepala sekolah atau guru yang melakukan pengutan liar untuk ditindak tegas," tandasnya.

Menurutnya, sanksi tegas bagi oknum guru yang terbukti melakukan pungli akan dipecat. "Dalam penerimaan siswa baru ini dilarang untuk dilakukan pungutan liar dan jika ditemukan ada yang melakukan pungutan, maka laporkan kepada saya baik melalui pesan singkat (SMS) agar kemudian oknum guru itu ditindak dan sanksinya hingga pemecatan," ungkapnya.

Sementara itu saat melakukan rapat kerja dengan para Kepala SMP se-Kota Ambon, Papilaja meminta kepada para kepala sekolah untuk menjaga harga diri untuk tidak menjadi bahan perbincangan publik dengan menghindari hal-hal yang menjatuhkan harga diri seperti upaya untuk meraih keuntungan pribadi dengan memanfaatkan menekan orang tua siswa melalui penerimaan siswa dan kegiatan lainnya.

"Hindari pungutan pada saat penerimaan siswa baru pengalaman tahun-tahun lalu jangan lagi terulang. Jagalah harga diri kalian dan jangan hanya karena uang satu dua sen, menjadi bahan pembicaraan di media dan publik," ujarnya.

Walikota Ambon, MJ Papilaja mengaku, rapat kerja yang mendadak dengan para Kepala SMP se-Kota Ambon tersebut karena telah disampaikan SMS dari masyarakat kepada dirinya terkait sekolah-sekolah yang melakukan tagihan oleh pihak kepada orang tua siswa terkait dengan penyaluran siswa-siswa SMP yang telah dinyatakan lulus di SMA/MA/SMK di Kota Ambon.

Dilarang

Papilaja juga menegaskan, penerimaan siswa baru di Kota Ambon tetap pada standar yang telah ditetapkan Pemerintah Kota (pemkot) Ambon, yakni memakai sistem rayonisasi.
Ia juga meminta untuk tidak menerima siswa baru melebihi kapasitas daya tampung.

"Dalam pemerimaan siswa baru, kebijakan kita tetap rayonisasasi yang merupakan standar dasar dan jangan kapasitas sudah penuh dipaksakan untuk menerima siswa baru," ujarnya.

Dijelaskan, jika dalam pelaksanaan rayonisasi tersebut ada siswa baru yang tidak tersalur pada sekolah-sekolah, maka hal tersebut merupakan tanggung jawan Dinas pendidikan untuk mengambil kebijakan agar semua siswa baru dapat tertampung di sekolah-sekolah di kota ini.

"Penerimaan siswa baru melalui sistem rayonisasi dimaksudkan agar semua siswa dapat tersalur pada sekolah-sekolah yang ada di Kota Ambon. Sedangkan pihak sekolah dilarang untuk tidak menerima siswa baru melebihi daya tampung, karena akan berdampak pada proses belajar mengajar, di mana penerimaan siswa baru harus disesuaikan dengan sarana penunjang yang dimiliki sekolah tersebut," jelasnya.

Papilaja juga menegaskan, agar tidak dilakukan penerimaan siswa baru yang berasal dari Sekolah Dasar (SD) di luar Kota Ambon untuk bersekolah di Kota ambon.

"Saat ini Angka Partisipasi Kasar (APK) siswa SD dan SMP di Kota Ambon di atas 100 persen. Hal itu terjadi karena anak SD dan SMP lebih banyak dari jumlah penduduk Kota Ambon yang berusia SD dan SMP di Kota Ambon," ungkapnya. (S-26)
11.02 | 0 komentar

Jumlah Peserta ‘Darwin-Ambon Yacht Race' Bertambah

Ambon - Menjelang pelaksanaan Darwin-Ambon Yacht Race 2011 yang akan berlangsung akhir Juli mendatang, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menginstruksikan warga untuk menjaga kebersihan dan keamanan daerah.

Hal itu diungkapkan Asisten II Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon, Syarif Tuasikal saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) menjelang penyelenggaraan event tahunan tersebut, di Balai Kota Ambon, Rabu (8/6).

Rakor tersebut dihadiri Koordinator Penyelenggara Darwin-Ambon Yacht Race 2011, Hellen de Lima, perwakilam Lantamal IX Ambon, Bea Cukai Ambon, Imigrasi Klas I Ambon, Administrasi Pelabuhan (Adpel) Ambon, Distrik Navigasi Ambon, Polda Maluku, Karatina Ambon, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Maluku serta Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Ambon.

Dalam rakor tersebut dibahas berbagai persiapan yang akan dilakukan oleh masing-masing instansi guna menyukseskan pelaksanaan lomba tersebut. Kendati demikian,
Tuasikal lebih menekankan pada masalah kebersihan dan keamanan kota.

"Warga Kota Ambon harus selalu tertib membuang sampah pada lokasi-lokasi yang telah ditetapkan serta menghindari adanya pembuangan sampah ke sungai yang pada akhirnya akan mengalir ke laut, sehingga berdampak pada pencemaran laut," ungkapnya.

Ia juga meminta kepada Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Ambon untuk berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Provinsi Maluku untuk memasang kembali jaring-jaring di muara-muara sungai guna menyaring sampah-sampah agar tidak mengalir ke laut.

Tuasikal juga mengatakan, dalam menyambut para peserta lomba Darwin-Ambon Yacht Race, akan dilakukan welcome ceremony serta pagelaran seni dan budaya yang ada di daerah ini.

Sementara itu, Koordinator Penyelenggara Darwin-Ambon Yacht Race 2011, Hellen de Lima mengaku terhitung Rabu (8/6), jumlah peserta telah bertambah menjadi 19 perahu layar.

"Hingga Rabu (8/6) sore, jumlah peserta telah memasukan data aplikasi kepada penyelenggara di Darwin telah bertambah 19 perahu layar. Jumlah peserta pasti akan terus bertambah, karena penyelenggara masih membuka pendaftaran hingga tanggal 30 Juni," ungkap Hellen de Lima kepada Siwalima di Ambon, Rabu (8/6).

Dijelaskan, tiga perahu layar yang telah memasukkan aplikasinya Rabu (8/6), yaitu Souesea, Walk on the Wild Side dan Choching. Kendati demikian, Hellen belum memperoleh data detail dari Darwin mengenai skipper maupun negara asal perahu layar tersebut.

Sebelumnya, 16 perahu layar telah memasukan data aplikasi ke penyelenggara, yaitu Australia Maid dengan skipper John Wardill, Breakaway (Alan Chalk), Even Karma (John Hardy), Freedom Express (Ross McCombe), Game Set (John Mulkearns), Pandora (Rick Setter), Raucous (Bob Colman), Scot Free II (Barrie Morgan), Shady Lady (Peter Charles), Solace III (Roger Hatten), Xscape (Andrew Boller), Fantasia (Andrew Stransky), Wicked (Danny Foley), Lady Bubbly (Chris Mitchell), Parlay (Ray Jones) dan Maralinga (John Jordan).

Helen menjelaskan, para peserta lomba Darwin-Ambon Yacht Race 2011 akan dilepas pada tanggal 23 July 2011 di Pelabuhan Darwin Australia dan akan memasuki finish di Desa Amahusu pada tanggal 26 Juli 2011.

Ia berharap agar Darwin-Ambon Yacht Race 2011 yang merupakan bagian dari mempromosikan potensi wisata dapat berlangsung sukses dan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

Sebagaimana diketahui, Darwin-Ambon Yacht Race telah dilaksanakan sejak tahun 1976. Pada tahun 1998 pesertanya bahkan melebihi 100 perahu layar. Kendati demikian pada tahun 1999, race tersebut terhenti akibat konflik yang terjadi di Kota Ambon. Selanjutnya pada tahun 2007, Darwin-Ambon Yacht Race kembali dilaksanakan.

Rekor tercepat pernah dicatat oleh perahu layar Zuma dengan skipper John Punch pada tahun 1998. Perahu layar tersebut berhasil menyelesaikan race dengan catatan waktu 53 jam 29 menit dan 50 detik.

Pada tahun 2010 lalu, race ini dijuarai perahu layar Cruise Missile dari Australia. Perahu layar yang termasuk multihull racing division dengan skipper Wayne Huxley ini tercatat sebagai perahu layar yang paling cepat tiba dengan catatan waktu 53 jam 56 menit, sedangkan juara pertama kategori monohull racing division diraih perahu layar Chacone dengan skipper Siggberg Svante Emil yang berasal dari Finlandia dengan catatan waktu 64 jam 18 detik. (S-26)
11.01 | 0 komentar

Komisi I Desak Pemkot Bayar Insentif Ketua RT/RW

Written By Ambononline.com on Rabu, 08 Juni 2011 | 10.33

Ambon - Komisi I DPRD Kota Ambon mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, untuk segera membayar insentif ketua-ketua RT/RW yang belum dibayarkan dalam tahun ini.

Permintaan ini disampaikan Anggota Komisi I DPRD Kota Ambon, Mardin Wally kepada Siwalima di Baileo Rakyat Belakang Soya, Senin (6/6).

Dikatakan permasalahan Intensif RT/RW telah dianggarakan pada APBD dan itu
nilainya tidak seberapa, sehingga apapun kondisinya harusnya diberikan sesuai dengan jatah mereka, apakah itu diberikan secara triwulan atau setiap bulannya, tetapi hak mereka ini tidak boleh ditunda /ditahan.

"Beberapa bulan lalu kita rapat evaluasi bersama para camat dan Komisi I sudah tanyakan dan alasan tertunda karena mereka tidak datang untuk mengambilnya di kantor camat, kita juga meminta pengambilan uang di tingkat desa agar lebih mudah," pintanya.

Dijelaskan mekanisme anggaran untuk mendapatkan intensif RT/RT berdasarkan permintaan yang disampaikan oleh kepala kecamatan ke bagain keuangan pemkot dan kalau hak mereka belum didapatkan, maka itu perlu dipertanyakan apakah belum disampaikan oleh camat ataukah pihak keuangan belum cairkan.Prinsipnya jangan sampai hak-hak para RT/RW yang nilainya kecil terhambat padahal masalah ini bisa diatasi dengan segera.

"Kenapa saya tekankan ke camat, karena jika camat sudah sampaikan permintaan kemudian ternyata belum dicairkan oleh bagian keuangan maka keuangan yang salah, tapi jika camat sendiri yang memang lalai maka tidak bisa menyalahkan bagian keuangannya, artinya kita belum tahu macetnya di mana," jelasnya.

Ditambahkan, pemkot jangan menganggap intensif para ketua RT/RW yang nilainya kecil lalu kemudian hak-hak mereka ditunda, padahal setiap harinya mereka melayani dan mendengarkan keluhan maupun aspirasi masyarakat, sehingga apa yang menjadi hak mereka harus segera dilunasi.

Sebelumnya diberitakan tunjangan insentif ketua-ketua RT/RW di lingkup Kecamatan Baguala, terhitung sejak bulan Maret-Mei 2011, belum diterima.

Kepada Siwalima, salah satu Ketua RT pada Desa Waiheru yang enggan namanya dikorankan, mengaku sangat menyesal kinerja dari pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, yang hingga kini tidak mempedulikan hak-hak bawahannya di tingkat RT/RW, padahal RT/RW, merupakan kekuatan pemerintah pada bagian bawah.

"Kami meminta agar ada perhatian serius dari pihak pemkot maupun kecamatan terhadap hak-hak kami, karena insentif itu juga turut membantu kelancaran proses adminstrasi di tingkat RT/RW," tandasnya. (S-34)
10.33 | 0 komentar

Berita Lain